Posts

3 kesalahan marketing yang mematikan startup

3 Kesalahan Marketing yang Mematikan Startup

3 kesalahan marketing yang mematikan startupAda 3 kesalahan marketing yang dapat MEMATIKAN startup menurut sebuah artikel di Entrepreneur.com. Apa saja kesalahan-kesalahan tersebut?

  1. Terlalu awal untuk CAPER (Cari Perhatian) Media
  2. Terlalu sibuk untuk menumbuhkan jumlah likes/fans/followers/subscibers atau yang sejenisnya
  3. Terlalu mau eksis di berbagai platform internet

Ada pertanyaan yang masuk ke kami; Apa yang harus dilakukan startup untuk memasarkan produknya?

Sebenarnya artikel dari situs Entrepreneur.com sudah menjawabnya. Tetapi Garudapreneur akan membahas lebih detail maksudnya.

Benang merah dari 3 kesalahan tersebut di atas adalah startup kadang belum benar-benar paham apa yang dibutuhkan oleh pasar yang dibidiknya. Ibarat ingin segera punya pacar, tapi model pacar yang seperti apa masih belum tahu. Hanya ikut-ikutan teman genk yang satu per satu mulai punya pacar.

Read more

kini saat terbaik berbisnis tetapi

Kini Saat Terbaik Berbisnis, Tetapi….

kini saat terbaik berbisnis tetapiJika ada pertanyaan; kapan saatnya seseorang perlu mulai berbisnisnya sendiri? Mungkin sekaranglah saat! Alasannya?

Beberapa tahun belakangan merupakan masa yang paling mudah bagi setiap orang untuk memulai bisnisnya sendiri. Kemajuan teknologi telah mengikis berbagai hambatan untuk memulai usaha menjadi nyaris nol! Di sisi lain, kemajuan teknologi juga mulai menggerus berbagai bisnis yang terbilang telah lama beroperasi.

Sebelum tahun 2000-an, orang yang hendak mulai berjualan ataupun berbisnis masih memiliki tingkat hambatan yang tinggi. Dari modal untuk belanja barang (ada juga yang konsinyasi), tempat/lokasi untuk display barang, mencari pemasok, mungkin juga tenaga penjual dan lain sebagainya. Namun ada juga yang melakukannya secara gerilya, yaitu di rumah-rumah ataupun di arisan.

Setidaknya sekitar tahun 2007-2008, konsep toko online berbasis web mulai diperkenalkan di Indonesia. Saat itu memang belum sepopuler sekarang. Apalagi saat ini konsep toko online tidak melulu berbasis web. Sudah merambah ke Social Media dan Instant Messenger. Handphone (istilah kekiniannya gadget) sudah tidak lagi menjadi sekedar perangkat untuk bertelepon, tetapi telah berubah wujud menjadi mesin uang – kalau tahu caranya.

Read more

siklus product development tradisional

Faktor Utama Kegagalan Peluncuran Produk

siklus product development tradisionalPeluncuran produk, mungkin, merupakan saat-saat paling menegangkan dalam setiap perjalanan bisnis. Anda dan tim harap-harap cemas dan tangan yang mendadak dingin serta berkeringat menjelang saat-saat paling menentukan. Apakah semua usaha yang dicurahkan berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan mungkin hitungan tahun, akan berbuah manis atau pahit.

Terlepas saat ini Anda sedang merintis usaha (startup) ataupun Anda seorang eksekutif perusahaan yang bertugas untuk mengembangankan unit usaha ataupun produk baru, tulisan ini akan sangat membantu Anda mengurangi resiko peluncuran produk yang gagal. Dalam tulisan ini, kata produk mewakili barang maupun jasa.

Ada berbagai metode untuk meluncurkan produk. Namun sederhananya, metode yang ditempuh suatu bisnis dalam meluncurkan produk melalui serangkaian proses berikut:

  1. Requirements
  2. Development
  3. QA (Quality Assurance)
  4. Release

Mari kita tinjau satu per satu secara singkat. Read more

apa landasan bisnis model anda

Apa Landasan Bisnis Model Anda?

Yang penting BEDA?

Pengalaman kami sebagai juri dalam berbagai perlombaan startup membuat kami menemukan sebuah persamaan dari para peserta ketika mempresentasikan ide bisnis mereka, yaitu “Yang Penting Beda”. Karena landasannya adalah “Yang Penting Beda”, maka yang terjadi kemudian adalah perkara bisnis tersebut dapat berjalan atau tidak, menjadi terabaikan.

Pertanyaan paling dasar “Siapa calon pelanggan kamu?” seolah menjadi langkah awal menuju ladang pembantaian – “The Killing Field”. Karena pertanyaan-pertanyaan berikutnya hanya akan membuat peserta semakin terlihat seperti seorang anak TK yang sedang membujuk kawannya untuk ikut menyukai mainan barunya yang “beda”. Read more