the rocky syndrome

The Rocky Syndrome

the rocky syndromeBagi yang belum nonton film Rocky III; ada banyak pelajaran menarik dari film ini. Bahkan soundstrack dari film ini “Eye of the Tiger” seolah menjadi lagu wajib yang diputar di acara-acara motivasi. Nah, ada satu pelajaran penting dari film tersebut yang berhubungan dengan dunia Startup. Agar memastikan dapat ‘nyambung’, mari kita simak penggalan kisah Rocky III…

Dalam film Rocky III dikisahkan mengenai kehidupan Rocky Balboa setelah menjadi juara dunia Kelas Berat, mengalahkan Apollo Creed. Rocky menikmati kehidupan yang berkelimpahan dan terkenal, mendapatkan kontrak iklan dan program-program televisi. Tipikal sebuah kehidupan seorang selebriti olahraga. Jauh terbalik dari kehidupan Rocky sebelum ia menjadi juara dunia Kelas Berat.

Sementara itu ada seorang petinju muda garang dengan prestasi cemerlang 10 kali menang KO secara berturut-turut. Nama petinju muda tersebut adalah James “Clubber” Lang. Lang kemudian menantang Rocky untuk bertarung dengan dirinya. Berbagai cara ditempuh Lang sehingga akhirnya Rocky setuju untuk bertarung dengannya.

Singkat cerita, pada pertarungan pertama Rocky dengan Lang, Rocky dikalahkan pada ronde kedua.

Setelah kekalahan tersebut, Apollo Creed membujuk Rocky untuk dilatih olehnya guna melakukan tanding ulang dengan Lang. Ini yang dikatakan Creed kepada Rocky:

“Dahulu ketika kita bertanding, kamu memiliki mata seekor harimau kawan; nyali! Dan sekarang kamu harus mendapatkannya kembali, dan cara mendapatkannya adalah dengan kembali ke awal mula. Kamu ngerti maksud saya kan?”

Situasi ini mirip dengan perjalanan panjang kami di dunia startup. Kami menemukan adanya “gap” semangat di antara para Startup. Dari mulai tahap awal; sebelum dan sesudah berhasil masuk bootcamp hingga sebelum dan sesudah mendapatkan investor. Mereka tidak sadar bahwa mereka perlu melewati ujian di banyak tahapan. Ternyata bukan masalah kecerdasan yang membuat mereka gagal, melainkan masalah mental.

Kebanyakan founder belum menyadari bahwa mereka perlu memiliki “kapasitas” yang mendukung untuk mendapatkan pendanaan. Semakin besar dana yang didapat, semakin besar pula “kapasitas” yang dibutuhkan. Semakin besar pula “tanggungjawab” yang harus diemban.

Kisah berikut mungkin dapat mewakili apa yang terjadi di balik layar…

Seorang Founder sebuah Startup bercerita telah mendapatkan pendanaan yang cukup besar, meskipun belum sesuai target. Tanpa disadari, ada hal krusial yang berubah dalam dirinya ketika dirinya telah mendapatkan pendanaan. Rasanya seperti “pertandingan” telah usai, padahal baru dimulai… Endingnya kamu tentu sudah dapat tebak. Hanya dalam hitungan minggu muncul layanan sejenis yang lebih baik dari yang ditawarkan. Dan Startup ini kehilangan momentum.

Terkadang, Startup mengalami The Rocky Syndrome. Sebuah sindrom di mana setelah mendapatkan ‘kesuksesan’ awal, maka Startup tersebut terlena dan kehilangan daya juangnya. Seperti Rocky Balboa yang tidak lagi berlatih serius & fokus serta sering diusik oleh para penggemarnya. Berbeda dengan James “Clubber” Lang yang masih belum menjadi siapa-siapa, berlatih seadanya tanpa pelatih namun fokus dan serius.

“Lihat tatapan mata mereka Rock? Kamu perlu mendapatkan kembali tatapan seperi itu Rock. Mata seekor harimau, kawan.” — Apollo Creed

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion
Feel free to contribute!

Leave a Reply