mengelola keuangan usaha kecil

Mengelola Keuangan Usaha Kecil

Pada hari Minggu, 30 Oktober 2016, HIMME (Himpunan Mahasiswa Manajemen Ekonomi) Universitas Bina Nusantara bekerjasama dengan Garudapreneur menyelenggarakan pendidikan Mengelola Keuangan Usaha Kecil melalui HSR (HIMME Social Responsibility) di Sawangan, Depok.

Usaha kecil yang berkesempatan mendapatkan pendidikan Mengelola Keuangan Usaha Kecil kali ini adalah Sumber Rizki, sebuah Usaha kecil yang bergerak dibidang pengolahan bahan dasar rumput laut. Selain itu juga peserta lain dari berbagai industri, termasuk pemotongan hewan dan menjahit.

Kebanyakan permasalahan pengelolaan keuangan pada usaha kecil adalah:

  • Tidak memiliki pembukuan (sederhana).
  • Kurang disiplin dalam pembukuan.
  • Kurang tepat dalam menentukan harga modal (Harga Pokok Penjualan).

Pendidikan dimulai dengan membuka wawasan para pelaku usaha kecil, yang semuanya ibu-ibu, mengenai istilah: Pendapatan dan Pengeluaran. Beberapa diantara mereka mencampuradukan Pendapatan dengan Keuntungan. Belum lagi mencampuradukan keuangan usaha dengan keuangan keluarga.

Kemudian, para pelaku usaha kecil ini diajak untuk memahami apa yang dimaksud dengan Keuntungan. Nah, yang boleh digunakan untuk keuangan keluarga adalah dari Keuntungan itu. Namun, Keuntungan sebaiknya perlu dikelola agar usaha kecil dapat bertahan dan berkembang. Setidaknya, uang hasil Keuntungan tersebut dibagi menjadi:

  • Tabungan.
  • Investasi kembali kedalam usaha.
  • Keperluan pribadi.

Dalam menentukan harga Modal, beberapa pelaku usaha kecil masih menganggap bahwa harga bahan baku adalah harga modal. Padahal, komponen biaya bukan hanya sekedar bahan baku. Berikut ini hal-hal yang dapat mempengaruhi harga modal:

  • Bahan baku.
  • Biaya tenaga kerja.
  • Biaya listrik & air.
  • Tempat (bila tempat usaha terpisah dari tempat tinggal).
  • Kemasan.
  • Pemasaran.
  • Transportasi.
  • Dll

Semakin detail, maka akan semakin jelas sebenarnya modal dalam memproduksi (kalau produksi) barang sebenarnya berapa. Bila hal ini dilakukan, maka sangat mungkin usaha kecilnya seperti untung tapi sebenarnya tidak.

Terakhir, pelaku usaha kecil juga diberikan pengertian mengenai Harta (aset) dan Hutang (liabilitas). Banyak pemahaman diluar sana yang menganggap bahwa kendaraan adalah Harta. Padahal, belum tentu. Tergantung bagaimana kendaraan itu berperan dalam usaha. Apakah memberikan peningkatan pendapatan atau memberikan pengurangan biaya? Ataukah malah menjadi beban bagi usaha?

Pada akhir pendidikan Mengelola Keuangan Usaha Kecil, salah satu Ibu mengungkapkan manfaat pendidikan ini bagi dirinya. Saat ini, suaminya yang masih mengelola usaha dan keuangannya. Namun keadaan keuangan usaha selalu tidak jelas. Sehingga si Ibu menjadi berpikir buruk, jangan-jangan si Bapak suka pinjamkan uang kepada orang lain. Nah, kebetulan dalam waktu dekat, si Bapak ingin mengalihkan pengelolaan usaha kepada si Ibu. Dan pembekalan ini menjadikan si Ibu seperti ‘melek’.

Buat HIMME Binus, mari terus bekerjasama dalam membangun UMKM! Terima kasih kepada drg Martin Febrian dari Dentistpreneur yang sudah bersedia berbagi pengetahuan dan pengalaman keuangannya kepada para pelaku usaha kecil.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion
Feel free to contribute!

Leave a Reply