bagaimana mewujudkan ide bisnis

Bagaimana Mewujudkan Ide Bisnis

Dalam banyak kejadian, ide bisnis tetap menjadi ide bisnis karena ada proses lain yang tidak dilanjutkan. Ide bisnis yang Anda miliki wujudnya masih sangat abstrak, masih jauh dari jelas. Anda perlu membuatnya menjadi konkrit. Proses merubah sesuatu yang abstrak menjadi konkrit membutuhkan ilmu dan keahlian tersendiri. Bila Anda memiliki ilmu dan keahlian ini, maka “nilai” diri Anda akan jadi sangat mahal.

Saat ini ada banyak model yang telah dibuat untuk membantu orang dalam mewujudkan ide bisnis mereka. Salah satu yang cukup populer dan sederhana adalah menggunakan Business Model Canvas (BMC) karya Alexander Osterwalder.

Apa Itu Model Bisnis?

Model bisnis belakangan ini telah menjadi kalimat yang sedang tren dikalangan entrepreneur, khususnya startup (usaha rintisan). Oleh karena itu sebelum kita membahas BMC, mari kita cari tahu terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan model bisnis.

Kebanyakan orang beranggapan produk/jasa yang bagus sangat penting bagi sebuah bisnis. Saking bagusnya produk/jasa tersebut dapat menjual dirinya sendiri, seolah-olah menjadi magnet bagi datangnya pelanggan.

Faktanya, produk/jasa yang yang bagus sangat jarang dapat menjual dirinya sendiri. Produk/jasa yang kurang bagus, bila memiliki model bisnis yang tepat, akan dapat mengalahkan penjualan produk/jasa yang bagus.

Jika Anda hendak membangun sebuah apartemen, maka diperlukan fondasi yang memang dirancang untuk dapat menopang apartemen. Bila fondasinya untuk rumah tinggal biasa, apakah sanggup menopang apartemen? Kurang lebih sedemikian penting suatu model bisnis bagi bisnis itu sendiri.

Menurut Alexander Osterwalder, model bisnis dijelaskan sebagai deskripsi yang masuk akal terhadap bagaimana suatu organisasi: Menciptakan, Menyampaikan/Memberikan/Menggapai dan Menangkap satu (atau lebih) nilai.

Business Model Canvas

Lalu bagaimana Anda dapat membuat sebuah model bisnis bagi bisnis Anda? BMC merupakan tools untuk memetakan sebuah proses bisnis secara sederhana dengan bagian-bagiannya yang perlu dipikirkan secara matang agar sebuah ide bisnis dapat diwujudkan. Tools ini menjadi menarik karena melibatkan unsur visual dalam perancangannya, sehingga setiap orang yang melihatnya akan melihat gambaran yang sama. BMC terdiri dari 9 blok. Seperti ditunjukan gambar di bawah ini:

business model canvas

Untuk memulainya tidak ada aturan baku yang pasti. Tetapi biasanya kami mulai dengan blok Customer Segments atau blok Value Proposition. Bila memulai dari blok Customer Segments artinya Anda mulai dari target market; Anda melihat ada peluang dari segment market tertentu atau pasar tersebut memiliki masalah apa yang hendak diselesaikan. Baru kemudian Anda ciptakan produk atau jasanya. Tetapi bila mulai dari blok Value Proposition, Anda mulai dari ide jasa atau produk yang Anda sudah miliki. Baru kemudian mencari target marketnya.

Mungkin beberapa dari Anda masih awam terhadap istilah-istilah yang digunakan dalam BMC. Oleh karena itu, dalam tulisan ini, kami akan menggantinya menjadi pertanyaan agar dapat memudahkan pemahaman Anda.

Customer Segments menjadi “Siapa yang hendak Anda selesaikan masalahnya?” dan Value Preposition menjadi “Nilai lebih apa yang ingin Anda tawarkan kepada pelanggan Anda?”

Mari kita ambil contoh; “Siapa yang hendak Anda selesaikan masalahnya?” Misalnya anda memilih segment Ibu rumah tangga. Buatlah daftar masalah apa yang dihadapi seorang ibu rumah tangga.

Tips membuat daftar tersebut adalah dimulai dari apa yang menjadi tugas seorang ibu rumah tangga (yang berhubungan dengan anak).

Misalkan daftar tugas ibu rumah tangga adalah sebagi berikut:

  1. Merawat anak
  2. Memasak untuk keluarga
  3. Mengatur keuangan keluarga
  4. Mengajar anak belajar
  5. Jemput anak sekolah

Anda masih ingat di bab awal? Bahwa sesungguhnya masalah adalah sebuah peluang usaha? Bila kata “tugas” diasumsikan sebagai “masalah” maka kita akan melihat daftar tersebut sebagai peluang usaha yang dapat dibuat.

Daftar solusi terhadap masalah ibu rumah tangga:

  1. Merawat anak -> Baby Sitter
  2. Memasak untuk keluarga -> Katering
  3. Mengatur keuangan keluarga -> Financial planner for mom
  4. Mengajar anak belajar -> Bimbingan belajar
  5. Jemput anak sekolah -> Antar jemput

Dari daftar di atas, maka pertanyaan berikutnya adalah “Masalah apa yang hendak Anda bantu selesaikan dari daftar tugas ibu rumah tangga di atas?” Katakanlah Anda memilih ingin meyelesaikan masalah mengajar anak belajar. Maka “Hal bernilai apa yang ingin Anda tawarkan kepada pelanggan Anda?” Bila jawabannya adalah bimbingan belajar atau bimbel. Bimbel seperti apa yang memiliki nilai lebih yang berbeda dibandingkan dengan bimbel lainnya? Apa yang memisahkan bimbel Anda dari yang lainnya sehingga para ibu rumah tangga mau memilih dan mempercayakan anaknya ke bimbel Anda?

Beberapa alternatif yang dapat menjadi nilai lebih:

  1. Tutor memiliki sertifikasi profesi mengajar sehingga anak berada di tangan yang tepat.
  2. Tutor memiliki metode mengajar yang unik sehingga anak cepat menangkap pelajaran.
  3. Tutor memiliki ilmu yoga sehingga setiap 1 jam sekali ada break dengan olah raga yoga sehingga murid tidak hanya cerdas, juga sehat.
  4. Silahkan tambahkan terus apa lagi hal-hal yang memberikan nilai tambah.

Anda boleh menambahkan lagi nilai-nilai apa yang saja dapat diberikan kepada calon pelanggan Anda. Semakin bernilai “Value Proposition” yang mampu Anda ciptakan untuk mengatasi masalah pada “Customer Segments” semakin besar pula produk Anda dapat diterima.

Langkah selanjutnya adalah bagaimana menghubungkan “Value Proposition” dan “Customer Segments” melalui “Channel” dan “Customer Relationship“.

Sebagus apapun produk atau jasa Anda bila tidak ada yang mengetahuinya hanya menjadi sia-sia belaka. Untuk itulah Anda perlu memikirkan bagaimana caranya agar produk atau jasa Anda dapat menjangkau target konsumen.

Blok “Channel” dapat dirubah menjadi pertanyaan “Melalui cara seperti apa dan melalui saluran distribusi apa Anda memperkenalkan produk kepada pelanggan?”

Berikut beberapa cara untuk memperkenalkan bimbel yang Anda dirikan:

  1. Broadcast pengumuman bahwa Anda punya bimbel ke contact list yang Anda miliki.
  2. Pasang iklan di sosial media dengan membuat sasaran pembaca iklan yang sangat spesifik.
  3. Pasang iklan di mesin pencari dengan menyasar kata kunci tertentu (keyword).
  4. Memberikan free seminar kepada kelompok arisan ibu-ibu tentang bagaimana mengajar anak tanpa perlu emosi.
  5. Bekerja sama dengan sekolah-sekolah dengan memberikan free bimbel selama 3 bulan untuk anak-anak dengan rangking terakhir.
  6. Silahkan tambahkan cara-cara lain yang dapat Anda lakukan.

Blok “Customer Relationship” dapat dijelaskan dengan pertanyaan “Bagaimana menjaga dan mempertahankan hubungan bisnis Anda dengan pelanggan?”

Berikut beberapa cara untuk mempertahankan hubungan dengan pelanggan:

  1. Memberikan laporan setiap selesai bimbel kepada orangtua.
  2. Mengirimkan artikel dan tips pendidikan dan pola asuh kepada orangtua.
  3. Memberikan konsultasi minat dan bakat anak secara gratis.
  4. Silahkan tambahkan cara-cara lain yang dapat Anda berikan.

Empat blok di sisi kanan menggodok produk dan target pasar yang Anda sasar berikut bagaimana cara menjangkau dan mempertahankan pelanggan Anda.

Tiga blok di sisi kiri membantu Anda memikirkan proses apa yang perlu diperhatikan dari sisi internal perusahaan agar apa yang telah disusun di empat blok sebelumnya dapat terwujud.

Blok “Key Activities” dapat dijelaskan dengan pertanyaan “Aktifitas utama apa saja yang harus dilakukan agar ide bisnis yang telah disusun dapat terwujud?”

Berikut beberapa aktifitas utama yang harus dilakukan:

  1. Soft selling dengan cara broadcast artikel atau tips tentang pendidikan secara terjadwal ke contact list yang Anda miliki.
  2. Memberikan seminar dan konsultasi bakat dan minat secara gratis ke sekolah-sekolah.
  3. Menawarkan free seminar ke kelompok arisan ibu-ibu
  4. Merekrut dan menyeleksi tutor bimbel.
  5. Mengadakan pelatihan rutin untuk para tutor bimbel.
  6. Silahkan tambahkan aktiftas utama apa lagi yang harus ada.

Blok “Key Resource” dapat dijelaskan dengan pertanyaan: “Hal apa saja yang dibutuhkan agar bisnis Anda dapat berjalan?”

Berikut beberapa hal utama yang dibutuhkan untuk membuat bisnis berjalan:

  1. Para tutor yang memiliki kwalifikasi
  2. Materi pelajaran yang tepat guna
  3. Tim penjualan yang berpengalaman
  4. Silahkan tambahkan hal-hal utama apa lagi yang dibutuhkan.

Blok “Key Partner” dapat dijelaskan dengan pertanyaan: “Siapakah mitra yang akan membantu Anda?”

Berikut beberapa mitra kunci yang membantu Anda:

  1. Sekolah
  2. Komunitas Orangtua
  3. Komunitas Guru
  4. Silahkan tambahkan siapa lagi yang menjadi mitra kunci

Dua blok yang berada di paling bawah merupakan blok “Revenue Stream” dan blok “Cost Structure“. Kedua blok ini menggambarkan penerimaan dan pemasukan.

Blok “Revenue Stream” dapat dijelaskan dengan pertanyaan “Seberapa besar pendapatan yang mampu dihasilkan?”

Berikut adalah beberapa cara mendapatkan penghasilan:

  1. Uang pendaftaran
  2. Uang kursus
  3. Uang test bakat dan minat
  4. Silahkan tambahkan lagi apakah ada jalur penghasilan lain yang dapat ditambahkan.

Blok “Cost Structure” dapat dijelaskan dengan pertanyaan “Berapa biaya yang Anda butuhkan untuk menjalankan bisnis”

Berikut adalah beberapa biaya yang harus dikeluarkan:

  1. Gaji tutor
  2. Komisi marketing
  3. Biaya operasional kantor
  4. Silahkan tambahkan lagi biaya apa saja yang timbul.

Hasil akhir dari kegiatan ini ada 3 kemungkinan. Yang pertama, semua sesuai seperti yang direncanakan. Apabila ini yang terjadi, maka silahkan lanjutkan proses ke tulisan yang akan datang.

Kemungkinan kedua, seindah apapun 7 blok yang Anda buat di atas bila terjadi selisih minus antara pemasukan dan pengeluaran maka Business Model Canvas yang Anda buat tidak layak untuk diwujudnyatakan. Tapi Anda tidak perlu kecewa. Justru beruntung karena sudah mengetahuinya sejak dini, tidak perlu habis waktu dan uang untuk kemudian mendapatkan kenyataan yang pahit.

Kemungkinan ketiga, Anda tetap meneruskan ide bisnis ini dengan melakukan penyesuaian di bagian-bagian tertentu. Dan mulai dari proses awal lagi.

Perlu kami tekankan sekali lagi bahwa Business Model Canvas (BMC) ini hanyalah salah satu alat bantu untuk menyusun ide bisnis. BMC ini baru awal perjalanan sebuah ide menuju konkrit. Proses perjalanan masih panjang sebelum bisnis ini benar-benar dapat diwujudkan.

Berita baiknya, BMC ini secara cepat dapat membantu proses berpikir dan berdiskusi antar sesama anggota tim. Karena semua orang melihat gambaran yang sama. Sehingga Anda dan tim dapat melakukan tindakan preventif sebelum sebuah ide bisnis dilaksanakan. Mau dibatalkan atau tetap maju dengan sejumlah perbaikan.

Bayangkan berapa besar biaya dan waktu yang akan habis sia-sia jika proses pengujian ide bisnis langsung dieksekusi tanpa mempertimbangkan hal-hal di atas? Dalam workshop From Idea to Startup, Anda akan dibimbing untuk menggali lebih detail 9 blok bangunan dari ide bisnis Anda dengan cara yang menyenangkan menggunakan BMC.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion
Feel free to contribute!

Leave a Reply